Logo Desa
Kalurahan
Sindumartani

Tentang Desa

Nikmati pengalaman eksplorasi yang mengungkap keunikan, sejarah, dan potensi desa kami

Sejarah Desa Sindumartani bermula pada tahun 1946 ketika tiga kelurahan, yaitu Johosari, Jambusari, dan Pencarsari, bergabung menjadi satu. Menurut penuturan R. Sugiyanto, tokoh masyarakat sekaligus Ketua LPMD Sindumartani yang dianggap sebagai sepesoh desa, perangkat desa saat itu masih sangat sederhana dengan lurah sebagai kepala daerah, sekdes bagian umum, serta perangkat urusan agama, kemakmuran, dan sosial.

Hingga kini, Desa Sindumartani telah dipimpin oleh enam orang, dimulai dari Bapak Wedo (sebelum kemerdekaan), Bapak H. Maksum (1948–1949), Bapak Prapto Diharyo (1949–1986), Bapak Wasul Fatoni (1988–1996), Bapak Hartono (1998–2013), hingga Bapak Midyono (2013–sekarang).

Desa ini juga identik dengan Sendang Joholanan, sebuah sumber mata air yang diyakini muncul ketika Sunan Kalijaga singgah untuk beristirahat dan hendak mengambil air wudhu, namun tidak menemukan air di daerah yang kala itu kering. Beliau kemudian menancapkan tongkatnya di dekat sebuah batu besar yang menghadap kiblat, dan dari situlah keluarlah sumber mata air yang hingga kini dikenal dengan nama Sendang Joholangan.